

” Hai Mushasi
mau lari kemana kau, Mushasi ?
pasukanmu yang terbantai
jadi anak jalanan
cari taman – taman…Kau memang harus diikat diphon itu
tinggalkan sendiri dalam sunyi….
Kau lelaki, Mushasi
dan lelaki tanpa perang akan mati “
Atas nama orang – orang yang menahan sikas
Demi bekerja…
dalam penjara : Indonesia
Seperti halnya ketika Socrates
terbunuh dikota kumuh
dan ia tak mau pergi
Seperti halnya ketika Marx
meludah
dan Kapitalisme tetap pongah
Sejarah adalah darah
ia membangun ruang untuk kita masuki
memberi kontradiksi
agar kita ambil posisi
Diktator lahirkan Demokrat !
Penindas lahirkan Pemberontak !
Atas Nama Orang – Orang yang Menahan Siksa
demi bekerja…
dalam penjara : Indonesia
Kami yang terpenggal
antara beradab dan biadab
Kami yang terkapar
antara purba dan modern
Kami bukan anak abad ini
Kami keluar, ini hari
Kami tolak ruang waktu
Kami tantang malam
Kami tantang matahari
Kami tantang sendiri
Copernicus – copernicus
harus dicipta
saat kesadaran kelam
orang tua yang congkak dalam putus asa
sementara anak muda teriak dalam asingnya
Sisyphus-sisyphus harus dibunuh
saat pecundang menanti kematian
Atas nama orang – orang yang menahan siksa
demi bekerja…
dalam penjara : Indonesia
Hai Musashi…
kembalilah kau, Mushasi !
Oleh Syaiful Arif