
Pementasan Teater Bregadha Merudhandha
Bregadha Merudhandha
Bregadha Merudhandha
Bregada Manyura adalah pasukan pilihan Medhang Bhumi Mataram. Pengabdi setia Ratu Sanjaya, dipimpin oleh seorang Panglima digdaya, Hang Anggana saudara sepupu Ratu sanjaya, satu keturunan dari Ratu Shima.
Saat mendengar kabar rencana pemberontakan Raja Sunda Galuh, Ratu Sanjaya murka. Dia perintahkan Anggana dan pasukannya
menumpas pemberontakan itu. Bregada Manyura segera berangkat menuju Kerajaan Sunda-Galuh. Namun tanpa diduga, pada saat yang bersamaan, Istana Medhang pun diserbu pasukan dari Sriwijaya.
Usai memadamkan pemberontakan Sunda-Galuh, Anggana dan pasukannya kembali ke Medhang. Prajurit Sriwijaya berhasil dipukul mundur dan digiring menuju Selat Muria. Kapal-kapal mereka dibakar dan ditenggelamkan.
Kemenangan Anggana dan pasukannya menjadi tidak berarti karena ternyata Ratu Sanjaya gugur dalam penyerbuan pasukan Sriwijaya. Anggana sangat berduka, Dia kehilangan saudara, sahabat dan tujuan pengabdiannya. Dia telah gagal melindungi Ratu Sanjaya.
Setelah masa berkabung usai, Anggana meninggalkan Kerajaan Medhang kembali ke Tanah Muria. Bregada Manyura yang tersisa ikut
bersamanya. Mereka mensucikan diri, melakukan semedi Merudhandha lantas menjalani hidup selanjutnya sebagai orang biasa dan pasukannya menyebar dari Tanjung Para sampai Teluk Silugangga sebagai penjaga Tanah Muria. Daerah itu kemudian dikenal sebagai Rananggana. Setiap tahun mereka berkumpul mengadakan upacara agung “Merudhandha.







