Samar BCK GREY 2

Perjalanan Komunitas Seni SAMAR

SAMAR

Didirikan di BIPP pada 1 Maret 1998 dan dalam perjalanannya, Komunitas Seni Samar beranggotakan beragam latar belakang, dari anak sekolah, mahasiswa, guru, petani, pedagang, security, tukang jahit, buruh pabrik buruh bangunan yang secara rutin berproses kreatif, menghasilkan karya – karya yang dapat di apreasiasikan pada masyarakat.

Perkembangan jaman dan waktu yang semakin kompleks membutuhkan sarana keseimbangan dalam kehidupan bermasyarakat. Unsur-unsur kebutuhan manusia yang meliputi logika, etika dan estetika perlu diselaraskan demi ketentraman dan kematangan manusia dalam menjalani kehidupannya.

Banyak pihak sepakat bahwa Estetika sebagai unsur penyeimbang terdapat dalam apresiasi kesenian. Dari hal tersebut, kegiatan berkesenian sangat diharapkan agar turut memberikan kontribusi positif demi pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dimaksud.

Dengan melihat realitas yang ada, Komunitas Seni SAMAR mencoba memberikan menu sajian dalam rangka mengembangkan potensi yang ada untuk bersama-sama menumbuhkan kreatfitas, demi terciptanya produk-produk manusia yang berkesadaran melalui pelaksanaan kesenian.

Komunitas Teater SAMAR yang beralamat di Omahe Mae, Besito Gebog Kudus kini dalam perkembangannya berubah menjadi Komunitas Seni SAMAR yang beralamat di Omah Pencu, Jl. Anggrek, Panjang Kidul, Panjang, Kec. Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah 59326.

Dalam proses kreatifnya, Komunitas Seni Samar banyak menggunakan karya – karya sendiri dan juga menggunakan beberapa karya dari penulis lakon terkenal lainya.

Beralamat di Omah Pencu, Jl. Anggrek, Panjang Kidul, Panjang, Kec. Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah 59326. 

 

Di daftarkan  menjadi Badan Hukum Dikementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada tahun 2023.

Akta Notaris di Kudus, Radot B.M Stimopul S.H

S.K Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia R.I. Tanggal 1 Nopember 2001 Nomor : C - 518.HT.03 - 01 - Th. 2001

S.K Ka. BPN Tgl. 18 Januari 2001 Nomor : i - IX - 2001 Akta Pernyataan Pendirian Perkumpulan Komunitas Seni Samar Tanggal 30 - 10 -2023 Nomor : 794

Sebagai komunitas yang bergerak dalam pergerakan pemajuan kebudayaan melalui kreatifitas seni, kami percaya bahwa memlalui hal tersebut memiliki kekuatan untuk mengubah, menginspirasi, dan menghubungkan berbagai sektor kebudayaan.

Setiap kreasi yang dihasilkan adalah sebuah cerminan dari visi kami untuk menebar benih keindahan, nilai, dan pemikiran kritis melalui berbagai medium ekspresi.

Perjalanan kami tidak hanya menciptakan karya-karya dalam ruang hampa, tetapi juga meninggalkan jejak kreatif . Kami berkomitmen untuk terus tumbuh dan berkembang, menjajaki batas-batas kreativitas, dan memperluas pengaruh positif komunitas kesenian diberbagai ruang, salah satunya dalam ruang pengabdian sosial dan pendidikan alternatif dalam konteks pemajuan kebudayaan.

 

Program Komunitas Seni Samar

 

Komunitas Seni SAMAR dalam geraknya menggagas Omah Pencu yang merupakan kantor kami menjadi Laboratorium Kesenian dan Kebudayaan. Sebagai respon serta tanggung jawab kami sebagai masyarakat yang bergerak di ruang kreatif untuk turut berpatisipasi dalam pemajuan kebudayaan melalui kesenian. Ruang temu lintas budaya mengkaji, merekonstruksi nilai - nilai seni budaya di kawasan lingkar pegunungan Muria (Kudus, Jepara, Pati) khusunya hingga Indonesia.

 

Sebagai Laboratorium kesenian & Kebudayaan, tentu saja kami tidak hanya berfikir tentang bagaimana menuangkan ekspresi semata, melalui kegiatan kami sejak 1998 yang sudah berjalan selama 26 tahun dengan upaya memposisikan kesenian sebagai lokomotif dalam upaya pemajuan kebudayaan berbasis riset, yang berkomitmen pada aktivasi seni, pendidikan dan ekonomi mandiri.

Berikut adalah agenda project kami yang sudah dan masih berjalan sebagai upaya pemajuan kebudayaan melalui kesenian.

 

 

Folktival

FOLKTIVAL


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
Open Class

Open Class


Tempat mengasah bakat, wawasan dan gagasan di bidang seni budaya bagi masyarakat umum dan pelajar. Eksplorasi gagasan berkesenian kolaboratif dalam teater, tari, musik, rupa, kajian sastra yang termanifestasikan dalam pengalaman pergerakan kesenian dan kebudayaan berbasis riset.
Rananggana-Verse

Rananggana Verse


Di Gunung Muria, segala sesuatu tidak berdiri sebagai benda, melainkan sebagai jejak spirit. Tanah menyimpan ingatan, angin membawa bisikan, dan tubuh manusia hanyalah salah satu medium dari perlintasan yang lebih besar. Di sinilah cerita tentang muria dilahirkan kembali, bukan sebagai satu tubuh, melainkan sebagai banyak bentuk, banyak arah, banyak medan, banyak kehendak. Semesta itu bernama Rananggana.