

Tanah ini yang terkutuk
Atau kita
Bumi nan subur
Gemah ripah loh jinawe
Tapi rakyatnya sengsara
Tanah ini yang terkutuk
Atau kita
Bergunung emas, berlembah intan, berdanau permata
Tapi kemakmuran hanya cita-cita
Dan keadilan
Terhapus dari kamusnya
Tanah ini yang terkutuk
Atau kita
Panggung gelap. Sunyi. Mendadak terdengar suara orang bercengkrama, cekikikan, lalu tertawa ngakak. Kemudian dentang lonceng jam dinding, suara tawa hilang, berganti sayup-sayup bagian adzan subuh “Assalatu Khairum Minan Naum.. Assalatu Khairum Minan Naum..” Kembali sayup.
Di panggung muncul cahaya senter, menyorot ke arah penonton, mencari cari sesuatu.
