

“Batu” (Untuk kekasih yang kucintai)
Kau adalah batu, kekasihku. Tersusun dari organisma kaku, dingin, mengeras tanpa rasa.
Kau adalah batu, kekasihku. Mengangkang angkuh di tengah sungai sangsiku.
Gericik lenguh tangisku, riak jerit deritaku, mendebur jadi symphony orkestramu.
Kau kurung nuranimu di palung jeram paling dalam.
Pergulatan-pergulatanmu hanya hasrat hewani dalam norma-norma sumbang.
Kau balut luka-luka cintaku dengan retorika tanpa makna.
Kau adalah batu, kekasihku. Mengantar citramu ke puncak narsistik.
Membakar rambu-rambu dengan kayu apimu.
Kau pecahkan cermin, untuk menohok jantungmu sendiri.
Kau adalah batu, kekasihku. Meraup mimpimu dalam bisu.
Tanpa rasa, tanpa mata, tanpa telinga.
Kau kubur peradaban logika, etika, estetika.
Wujudkan kembali milenia purba.
Kau adalah batu, kekasihku.
Puisi ditulis oleh Leo Katarsis, 8 Mei 1998