

Seorang lelaki usia 30 tahun sedang beristirahat sejenak dari pekerjaannya, terbatuk-batuk namun masih sambil menikmati selinting rokok. Suasana sesak di dalam embrio (menandakan akan ada kehidupan baru). Menggunakan plastik untuk membungkus jenazah sebagai gambaran suasana embrio. Dalam tangisnya yang menjadi-jadi itu, dia tersadar bahwa dia dilahirkan ke dunia bukan untuk menyerah oleh dunia, tapi dia harus merubah dunia itu agar bisa ramah kepadanya.
