

a. Lakon
Rananggana menerima titah dari Sang Dewi untuk menjaga keempat saudaranya. Namun, Rananggana tergoda oleh kelicikan Alap-Alap dan meninggalkan keempat saudaranya. Keempat saudara yang dimaksud adalah mewakili sifat-sifat yang ada di diri manusia yaitu sifat pemarah, sifat serakah, sifat ujub (membanggakan diri sendiri), dan sifat suka tebar pesona. Bujuk rayu Alap-Alap lah yang membuat keempat saudaranya bangkit dengan bebas untuk melakukan apapun yang mereka suka.
Rananggana murka ketika kembali menemui keempat saudaranya yang sedang bersuka ria. Maka, keempat saudaranya menjelma menjadi raksasa yang menakutkan. Pertempuran sengit pun terjadi. Pada akhirnya Rananggana memenangkan pertempuran.
b. Unsur Pemain
Pertunjukan Barongan Ndas Papat di Pagelaran Dandangan Kudus 2024 menampilkan beberapa tokoh sebagai penyaji jalannya cerita, antara lain adalah (1) Luh, (2) Rananggana, (3) empat saudara Rananggana, dan (4) gerombolan Alap-Alap. Para pemain Barongan Ndas Papat memiliki tugas dan perannya sendiri sesuai dengan karakter yang dibawakan oleh masing-masing tokoh.
c. Unsur Iringan
Iringan Barongan Ndas Papat menggunakan instrumen musik yang terdiri dari saron, kendang, gong, kenong, jidor, krincingan, suling, dan simbal. Ada juga tembang yang digunakan untuk mengiringi pertunjukan agar menambah suasana menjadi magic terdiri dari tembang mijil dan tembang maskumambang.
d. Unsur Lokasi
Pementasan lakon Barongan Ndas Papat menggunakan set panggung non permanen tanpa dekorasi ataupun penataan yang rumit. Set panggung yang sederhana dan properti buatan tangan sendiri oleh Komunitas Seni Samar untuk melengkapi kebutuhan pementasan. Hal ini dilakukan dengan tujuan memfokuskan perhatian penonton kepada gerak tubuh pemain dibandingkan properti panggung.
e. Unsur Gerak
Dalam pementasannya, Barongan Ndas Papat menyajikan beberapa gerakan untuk menunjukkan alur cerita. Beberapa gerak yang muncul dalam pertunjukan adalah gerak bertarung, menggoda, dan ritual. Gerak bertarung menjadi gerak yang paling sering mengalami repetisi yang dilakukan oleh pemeran Rananggana, Alap-Alap, dan empat saudara Rananggana.
f. Unsur Rupa
Rupa merupakan aspek pendukung yang terdiri dari busana, rias, properti, dan sesaji. Busana yang digunakan oleh para pemain Barongan Ndas Papat merupakan busana berwarna putih, hal ini dilakukan untuk menekankan gerak dan ekspresi tubuh pemain dibandingkan hanya mengandalkan peran busana. Pertunjukan Barongan Ndas Papat tidak menggunakan riasan wajah pada umumnya, namun justru menggunakan properti penutup wajah untuk menunjukkan identitas dari tokoh yang diperankan oleh aktor. Terdapat beberapa jenis properti wajah dalam pementasan ini, yakni topeng pincuk, topeng ekrak, topeng kalo, dan topeng berbentuk macan, banteng, kera, dan merak. Properti sesaji saat adegan ritual menggunakan bokor dan kemenyan.
g. Unsur Penonton
Target penonton yang menyaksikan pertunjukan ini adalah masyarakat di seluruh dunia yang memiliki ketertarikan kepada seni pertunjukan, utamanya barongan.
Pertunjukan lakon Barongan Ndas Papat memiliki fungsi pertunjukan yakni sarana hiburan dan presentasi estetis. Barongan Ndas Papat menyajikan tarian dan atraksi sesuai dengan jalan cerita yang sedang diperankan oleh para pemain. Pertunjukan ini juga merupakan jalan bagi para pegiat seni pertunjukan khususnya Komunitas Seni Samar untuk dapat tetap mengekspresikan kemampuan penyajian lakon. Sebagai presentasi estetis, Barongan Ndas Papat dipersiapkan seapik dan semaksimal mungkin melalui detail properti yang digunakan dalam pementasan, kostum yang dipakai oleh para pemain, dan set panggung yang mendukung sebuah karya seni pertunjukan Komunitas Seni Samar.




