

“Rananggana, Rananggana…
Inilah Kisah para ksatria digdaya, tanah Muria
Rananggana, Rananggana…
Pengabdi sejati, setia pada junjunganya
Rananggana, Rananggana…
Jejaknya lekang, nyaris hilang, tak terbaca
Rananggana, Rananggana…
Cerita gelap, diruang senyap
Dituturkan bisik-bisik dari celah retakan zaman”
Serombongan orang muncul sambil menari ala kadarnya. Wajah-wajah
memperlihatkan ketidaksungguhan melakoni hidupnya. Merekalah Juru Cerita atawa
Narator.
Di Kerajaan Medhang, Prabu Sanjaya berjalan mondar-mandir, Dia tampak gusar.
Panglima Anggana dan Ludira masuk memberi sembah pada Sang Prabu. Kemudian
duduk bersimpuh menunggu titah. Sang Prabu Sanjaya sejenak memandangi mereka…
