

Panggung sepi hanya terdengar desah nafas – nafas seakan memburu keinginan keserakahan yang tiada pernah selesai. Kemudian tiga tokoh masuk satu persatu lalu mencari sasaran masing – masing.
Para tokoh mencari jati dirinya yang telah lama akan musnah karena terkontaminasi peradaban yang begitu gencar menekan kearah kita yang kita terima tanpa fikir panjang yang tanpa kita sadari merusak diri kita sendiri.
