
Panggung gelap. Musik memainkan gelombang hidup hirup pikuk. Desah nafas tertahan disela rintih keluh kelelahan.
Perlahan cahaya panggung merenung. Musik mereda menjauh. Tampak dua sosok duduk diibangku yerdiam dicekam kepiluan. Keduanya mengembara dengan pikirannya masing – masing.
Ketegangan meradang. Saling menghitung – hitung untung rugi. Selubung pekat menipis. Panggung berubah. Riuh rendah membaur dalam tindah hidup. Perjalanan kembali meruang.
Bumiku telah retak
aku kehilangan pijakan
Dimanakah akar hayatku ?
