


EPHEMERAL merupakan karya monolog perdana yang Indah Bocil tulis. Ia sudah terbiasa mengekspresikan jiwa dengan gerak ritmis yang indah sehingga pada garapan monolognya, ia menonjolkan kemampuannya dengan mengungkapkan kata-kata lewat gerak tubuhnya. Tetap ia imbuhkan beberapa kalimat disela-sela tariannya.
EPHEMERAL merupakan kata asing yang artinya Tidak Kekal. Sesuai dengan judulnya, karya ini menyuarakan tentang kesetaraan perempuan. Sang penulis merasa perempuan masih dianggap pada strata nomor dua yang mana jika sudah menikah harus melayani suami padahal tugas rumah tangga adalah tugas suami istri. Penulis berharap kejadian seperti ini tidak akan menjadi kekal.
“Ada banyak kain yang aku gunakan untuk melilit tubuhku di atas panggung dan aku berusaha lepas dari ikatan. Itu adalah sebuah perumpamaan, bahwa aku seorang perempuan yang dipenuhi dengan tuntutan dan berusaha keluar dari aturan yang tidak seharusnya hanya ada pada perempuan.” Jelasnya.
Indah Bocil sering merasa tidak percaya diri dalam penyampaian karyanya, takut merasa terlalu over sehingga menyakiti banyak orang karena dalam kehidupan sehari-harinya ia dikenal sebagai orang yang bicara “asal nyeplos”.
“Aku juga tidak terbiasa menghafal, jadi sepenggal kalimat saja butuh waktu yang cukup lama untuk menghafalnya.” Imbuhnya.
Indah Bocil berharap pada tulisan perdana yang ia luncurkan dapat membuka pikiran kepada orang-orang bahwa perempuan bisa setara dengan laki-laki dan laki-laki tidak berhak menuntut jika dirinya tidak mau dituntut.