
Gedibal Mbento menjalani kehidupan kerja menjadi seorang buruh pabrik. Baginya sering terjadi perbedaan antara atasan dan karyawan. Atasan seringkali memutuskan sepihak/semena-mena. Jika keadaan pabrik tidak kondusif, atasan seringkali mencari perkara untuk dibesar-besarkan. Atasan selalu menang dan diatas segalanya.
Kegelisahan yang demikian, ia tumpahkan lewat tulisan monolog berjudul RUANG POJOK. Karena hanya di ruang pojok itulah, para karyawan sementara bisa menenangkan pikiran dari ancaman atasan.
“Aku punya gagasan tapi minim kata-kata untuk menuliskannya. Itu menjadi kendala buatku ketika menulis karya ini. Tapi, aku terus mencari cara supaya tulisan ini selesai dengan cara yang salah satunya bertukar pikiran dengan teman-teman.” Ujarnya.
Sang penulis RUANG POJOK menciptakan karya ini untuk menyampaikan unek-unek dalam dirinya agar tidak hanya sekedar menjadi unek-unek semata, namun unek-unek ini bisa menjadi karya yang ia celotehkan di atas panggung dan menjadi tontonan yang pantas.