Rananggana adalah legenda Prajurit – prajurit siluman. Mempertahankan titah junjungannya. Menjaga tanah muria Rananggana adalah kisah perjuangan manusia mencari swarga loka. Rananggana adalah kesadaran purba Keseimbangan manusia dengan alamnya. Awalnya, Rananggana sang pertapa khusyuk manembah di sanggar pamujan bersama keempat saudaranya. Sebagaimana titah Dewi Laras (Dewi Kebahagiaan), jika ingin menemukan taman swargaloka, dia harus senantiasa menjaga keempat saudaranya. Waktu yang panjang membuatnya mengalami kejenuhan, lalu datang alap-alap penggoda. Rananggana mulai terganggu akan buah kecubung yang ditawarkan alap-alap.
Buah tersebut adalah kecubung wulung. Konon, ketika seseorang memakan buah kecubung wulung, hidupnya akan lebih lama dan bahagia bagai di swargaloka. Dilema antara memnuhi hasrat senangannya, atau tetap menjaga alam tanah muria. Rananggana gelisah, akhirnya diteruskan perjalannya untuk mencari buah kecubung wulung itu untuk menyenangkan diri. Di tengah perjalanan, melintas ingatan Dewi Laras bersama fenomena kejahatan manusia berupa simbolisme sifat kebinatangan manusia. Kemudian, Dia sadar, dia telah telah tenggelam. Terlempar di ruang entah. Larut dalam pusaran siklus keabadian.
ketika #Archimedes masuk kedalam bak mandi dan menyadari bahwa permukaan air naik, Ia membagi kegembiraanya hingga ia berlari dengan terburu-buru bahkan dengan telanjang di #Syracuse.