


AKU AKAN PERGI KE PESTA adalah monolog karya Melly Fardiani Tasmara yang selesai ia tulis pada 12 Februari 2024, bertepatan dengan hari ulang tahunnya. Berangkat dari kegelisahannya kemudian ia kemas menjadi rangkaian cerita yang apik.
“Keseharian orang pastinya tidak akan lepas dari Handphone dan scroll sosial media. Begitu juga aku yang tidak pernah absen bersosial media. Banyak hal yang menurutku tidak penting untuk diunggah ke sosial media. Itu yang aku gelisahkan dan aku pertanyakan, kenapa kisah hidup kita sampai ditumpahkan semua ke sosial media?” Ujar Melly.
Sebuah kritik sosial yang disusun Melly menjadi sebuah karya. Menceritakan seorang tokoh yang akan pergi ke acara pesta dan menanti kedatangan teman yang tidak kunjung menjemputnya.
“Di naskah aku menceritakan kalau si teman bilang sudah otw. Sama seperti yang terjadi saat ini, ketika seseorang sudah bilang otw, itu kan tidak benar-benar otw.” Terang Melly.
Ketika sang tokoh bosan menunggu, ia meraih Handphonenya dan melihat berbagai macam unggahan di sosial media. Sang tokoh pun heran dengan berbagai hal yang hampir semuanya diunggah ke sosial media. Mulai dari rasa galau, memanjatkan do’a, ungkapan terimakasih, ada kecelakaan diutamakan dipotret terlebih dulu, dan lain sebagainya.
Sang penulis menutup cerita monolognya dengan kehadiran teman yang sudah tiba untuk menjemputnya. Keheranan kembali ia suguhkan. Manusia saat ini diperalat oleh Handphone dengan penggambaran kehadiran teman yang sudah tiba di depan rumah sang tokoh tapi tidak mengetuk pintu rumah melainkan meraih Handphonenya untuk memberitahu si tokoh dan meminta si tokoh untuk segera keluar dan berangkat.
“Kendala sudah pasti ada. Pertama, ketika pemilihan diksi. Bagaimana caranya aku merangkai kata-kata yang mudah dimengerti dan tersampaikan kepada banyak orang. Selanjutnya, meskipun ini karya yang aku buat sendiri, tapi untuk bermain di atas panggung sangat luar biasa. Kita nulis sendiri, ya kita juga yang main. Mood sangat mempengaruhi ketika latihan. Apalagi jika sudah beberapa kali tidak latihan kemudian latihan kembali, jadinya ngeblank.” Ucap Melly.
Sang penulis tidak berharap banyak dengan AKU AKAN PERGI KE PESTA. Baginya sangat senang bisa menumpahkan emosi dan kegelisahannya lewat karya.