

Teater games secara sederhana dapat diartikan sebagai sebuah pembelajaran seni teater melalui permainan. Teater games mengajarkan sesuatu secara tidak langsung melalui sebuah permainan sehingga tanpa disadari, kita sedang atau telah mempelajari sesuatu dalam permainan tersebut.
Permainan improvisasi adalah cara yang tepat untuk latihan teater karena permainan ini mengajarkan untuk konsentrasi, mendengarkan, berpikir cepat, dan mempertajam kecerdasan bagaimana bereaksi terhadap kelompok. Selain itu, permainan improvisasi juga berfungsi sebagai permainan pemecah kebekuan kelompok.
Sebelum melakukan berbagai permainan, ada pemanasan yang harus dilakukan yaitu lempar tangkap bola. Permainan ini diikuti oleh beberapa orang. Yang terlibat dalam permainan, melingkar membentuk sebuah lingkaran. Satu orang bertugas melempar bola hijau kepada satu temannya sambil menyebutkan nama temannya sebagai awal permainan. Begitu seterusnya, hingga semua yang terlibat dalam permainan merasakan lempar tangkap bola. Bola hijau tidak boleh menyentuh tanah hingga 15x lemparan.
Ada pula permainan yang bertujuan untuk melatih konsentrasi. Seperti halnya pada lempar tangkap bola hijau, pada kali ini yang membedakan adalah lempar tangkap bola biru yaitu teman sebelah kanan yang namanya disebut oleh pelempar bola biru harus menangkap bola.
Misal: Fata berdiri di sebelah kanan Nani, maka ketika nama yang disebut adalah nama Nani, yang menangkap bola biru adalah si Fata karena Fata berdiri disebelah kanan Nani. Begitu seterusnya, hingga semua yang terlibat dalam permainan merasakan lempar tangkap bola. Semakin lancar permainan, maka tempo permainan dipercepat, bersamaan dengan lemparan bola hijau & biru secara bergantian.
Contoh permainan lainnya yang berfungsi untuk berpikir cepat melibatkan beberapa orang untuk tetap terlibat dan empat bola berbeda warna/barang lain dengan warna yang berbeda. Yang terlibat, tetap dalam formasi yang sama yakni membentuk sebuah lingkaran, hanya saja kali ini lingkaran lebih rapat/dipersempit.
Bola ke-1 berwarna hijau tua. Masing-masing yang terlibat memberikan dan menyebutkan sebuah nama pada bola berwarna hijau tua, kemudian dioper/diberikan kepada teman sebelah kanannya. Begitu seterusnya. Permainan semakin lama maka tempo akan semakin cepat.
Bola ke-2 berwarna biru. Masing-masing yang terlibat menyebutkan satu nama kota ketika bola sampai di tangannya, kemudian dioper/diberikan kepada teman sebelah kanannya. Begitu seterusnya. Permainan semakin lama maka tempo akan semakin cepat.
Bola ke-3 berwarna kuning. Masing-masing yang terlibat menyebutkan satu warna ketika bola sampai di tangannya, kemudian dioper/diberikan kepada teman sebelah kanannya. Begitu seterusnya. Permainan semakin lama maka tempo akan semakin cepat.
Bola ke-4 berwarna hijau muda. Masing-masing yang terlibat menyebutkan satu nama buah ketika bola sampai di tangannya, kemudian dioper/diberikan kepada teman sebelah kanannya. Begitu seterusnya. Permainan semakin lama maka tempo akan semakin cepat.
Ketika dirasa cukup, maka ada pula permainan untuk melatih konsentrasi sekaligus berpikir cepat dengan menggabungkan permainan empat bola beda warna dengan “yang memakai topi”.
Pada awal permainan, ada satu orang yang bertugas memakaikan topi ke kepala temannya (boleh teman di depan, kanan, ataupun kirinya), siapapun yang memakai topi di kepalanya, ia harus memindahkan topi ke kepala teman lainnya sambil bertukar posisi.
Contoh lainnya, suit ala teater. Permainan ini berfungsi untuk bekerja sama dalam kelompok. Permainan ini terdiri dari beberapa orang yang mana beberapa orang akan digabung menjadi satu tim, dan yang tersisa tergabung menjadi tim lawan. Petunjuk dari permainan ini adalah Singa kalah dengan Samson, Samson kalah dengan Delila, Delila kalah dengan Singa.
Sebelum permainan ini dimulai ada kesepakatan mana pose Samson, Delila, dan Singa. Kemudian masing-masing tim akan berdiskusi pose mana yang akan dipakai untuk suit dengan lawan. Ketika sudah saling sepakat, kedua tim berdiri menghadap arah berlawanan dan secara bersamaan akan salig berhadapan dengan pose yang sudah didiskusikan bersama timnya.
Permainan untuk membangun kerja sama dapat juga dilakukan dengan permainan bantengan seperti pada tahun 90-an. Rangkaian permainan bisa diakhiri dengan melakukan yel-yel bersama-sama.
Penulis : Melly Fardiani Tasmara